LPDP, sesuatu… (2. LGD dan Wawancara)


Hallo friends? kembali lagi untuk menepati janji kepada kalian semua. Kali ini aku akan mereview tentang LGD dan Wawancara pada tes substansi batch 1 2016 yang kulalui kemarin.

Ok, simak baik – baik yaa🙂

> LGD

LGD, sudah tahu singkatannya kan? ya, Leaderless Group Discussion. Di sini kami diberi satu berita populer di Indonesia. Di sana akan ada 1-3 pertanyaan dari berita tersebut yang selanjutnya kami diskusikan bersama – sama. Kalau di group kami kemarin, kami dapat berita tentang KPK yang bertandang ke DPR dengan kawalan Brimob bersenjata lengkap. Cukup ramai diskusi di kelompok kami kala itu. Diskusi berjalan lancar dan masing – masing dari kami bisa mengajukan pendapat/ solusi secara merata. Terkadang ada yang menawarkan diri menjadi moderator dan notulen. Itu sah – sah saja. Kalau aku mah sebagai penyumbang pendapat saja. Hehe. Eh, tapi ga tau ini kebetulan apa gak yaa… moderator sama notulen di kelompokku lolos tes substansi, tapi ini gak jadi jaminan kalo yang lolos itu yang jadi moderator n notulen. Kan ini ‘leaderless’ so yang penting aktif dalam diskusi tanpa mendominasi perjalanan diskusi.

Saran saya buat teman – teman untuk melewati diskusi dengan baik:

  1. Kuasai berita – berita populer di Indonesia
  2. Kontrol emosi saat berdiskusi, tidak perlu menonjolkan diri secara arogan dan ambisius.
  3. Gunakan bahasa lisan yang santun dan sesuai EYD
  4. Tidak perlu memotong pembicaraan dari teman yang sedang berpendapat
  5. Berikan pendapat dan solusi dari permasalahan dalam topik secara cerdas. Mungkin dengan solusi unik dan realistis.
  6. Tetap percaya diri dan tidak perlu grogi ketika berbicara. Oya, ruangan sangat dingin, mungkin bagi teman – teman yang gak terbiasa akan bisa menambah tingkat ke-nervous-an😀
  7. Yang terakhir, hal yang sering terlupakan adalah membawa kertas berisi bahan diskusi ke luar ruangan LGD. Hal ini pernah kejadian kemarin sewaktu tes di Bandung. hehe… (tapi karena gak sengaja).

 

> Wawancara

Nah, ini bagian terseru dan tersulit menurut saya dalam tes substansi.😀

Teringat tahun kemarin di Jogja untuk wawancara LPDP. Sungguh banyak hal yang ‘amazing’ haha. Sampai debat sama interviewer. Untungnya gak sampe nangis sih… cuma mringis – mringis keluar dari ruangan wawancara. Tetap happy walaupun diserbu dengan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan thesis. Pokoknya seru. Walaupun hasilnya nihil…🙂 . Ini bisa jadi pengalaman wawancara yang bikin aku harus belajar bagaimana menjadi orang yang berprinsip.  Di sini lebih ditanya bagaimana dengan rencana thesis (sampai detail) dan interviewer ingin mencari tahu bagaimana kita berprinsip dalam suatu masalah. Beliau – beliau membuatku mengatakan apa yang kutulis dari essay. Jadi lebih melihat sama gak sih prinsip kita di essay dengan perkataan yang terucap ketika wawancara. Oya, sama psikolognya juga diminta supaya menceritakan “Siapa aku”.

Sedangkan wawancara kemarin di Bandung, menjadi wawancara yang cukup lama (kayaknya hampir satu jam) berbincang dengan beliau – beliau. Tidak seperti di Jogja yang sampai debat segala. Di Bandung lebih friendly. Pertanyaan yang muncul bukan terkait thesis sampai detail. Namun kepada kehidupanku dan kontribusiku ke depan. Komplitnya seperti ini.

  1. Ada yang menanyakan seperti apa rencana thesis di S2 nanti. Lalu aku ceritakan rencananya. Saat itu beliau dari kementrian pendidikan yang mencoba mematahkan penelitian yang akan aku ambil. Tapi tetap saja aku kekeuh dengan rencanaku. hehe #ngeyel
  2. Setelah itu sepertinya dari psikolog yang mencoba membongkar bagaimana pribadiku. Ya semua kuceritakan tentang anggota keluarga, siapa saja dan aktivitas mereka apa. Dan juga ditanya dengan gaji orang tua, notabene bapak yang pensiunannya kecil dan kakak yang sedang S2 juga bagaimana membiayainya dan sebagainya. Sempat juga dibahas tentang pekerjaanku terutama bagian freelancer writer, dikira aku menuliskan artikel berbau fisika… hehe padahal hanya nulis artikel bisnis di web. Dan satu hal yang penting saat itu adalah saat aku mengutarakan rencanaku untuk menuliskan sebuah buku yang berisi tentang ‘fisika dan karakter’ itu yang cukup membuat interviewer cukup tertarik. Namun pembuatan buku itu baru sekitar 20 %, kujelaskan pada beliau. Sekilas aku menjadi sadar (emang dari tadi ga sadar apa yaa… haha), sepertinya buku ini harus segera diselesaikan.😀
  3. Bagian yang bikin aku malu dan speechless… (isin banget pokoke) adalah saat ditanya seorang dosen dari UI. Supaya aku menceritakan bagaimana mengajarkan fisika pada orang yang tidak menyukai fisika dengan bahasa inggris. Jleb… speechless dimulai. Aku sama sekali tak berpikir kalau di wawancara dengan tujuan DN pakai bahasa Inggris. Dengan toefl 530 yang harusnya bisa cuap – cuap dengan bahasa Inggris, aku tiba – tiba terdiam memikirkan apa yang akan aku katakan. Saat itu mendadak diam dan mencari istilah-istilah fisika dalam bahasa Inggris. Lupaa… ! Tiga tahun yang membuatku tidak memakai istilah fisika dalam bahasa Inggris membuatku lupa. Untuk kata ‘rumus’ saja sama sekali tak terbayang saat itu. Mati kutu rasanya. Namun akhirnya aku menjelaskan dengan terbata – bata. Dan kulanjutkan dengan Bahasa Indonesia. Salah satu interviewer akhirnya membolehkan dengan Bahasa Indonesia. Aaah… benar – benar bikin spot jantung. Ini adalah bagian yang paling membuatku hopeless untuk bisa mendapatkan LPDP.
  4. Kontribusiku. Pembahasan paling lama ketika wawancara. Disinggung tentang aktivitasku di organisasi masyarakat, ditanya tentang bilamana Indonesia menjadi negara Islam, ditanya apakah aku Gafatar, haha… dan rencana yang akan kulakukan setelah S2 nanti. Kuceritakan tentang program #RSS-AD sebuah program pendirian Rumah Sains dan Seni untuk Anak Desa. Ya detail program tersebut kujelaskan dengan lancar dan sedikit melupakan tragedi yang speechless, hehe… Tapi tetap saja dibantah lagi sama beliau – beliau, ditanya kenapa program itu gak dilaksanakan sekarang saja? Kenapa anda merasa kalau anda yang harus melakukan program tersebut? kenapa tidak minta lembaga pemerintah saja yang menangani langsung? dan kenapa – kenapa yang lainnya sampai detail.
  5. Sebuah penawaran, ketika nanti sudah selesai S2, apakah anda mau dipekerjakan di negara lain dengan gaji lebih tinggi dan tentunya apresiasi di sana juga tinggi? sebuah pertanyaan yang membuat kita kembali pada prinsip kita dan tujuan diadakannya beasiswa LPDP ini. Teman – teman harus bisa menjawab ini. Kalau aku, tetap kekeuh di Indonesia. Itu singkatnya.
  6. Dan selanjutnya masih bersifat pribadi. Ketika aku sudah bersuami dan suami tidak membolehkan aku keluar rumah, apakah yang aku lakukan? (lebih mengarah bagaimana bisa menjadi pribadi yang bermanfaat). Untuk pertanyaan ini tentunya kujawab dengan lancar jaya… apa jawabanku? ‘ora tidokan’, hehe…

Oya, ada hal penting. Bagi yang muslim jagalah ruhiyah kalian dengan bacaan Al Qur’an saat – saat menjelang tes. Semua itu sangat ngaruh ke hati kalian, emosi bisa lebih terkendali. Ini sudah aku coba dan memang ada bedanya ketika aku tidak mencoba di Jogja lalu aku coba di Bandung. (Teringat hasil TPA tahun 2013 yang sungguh mengejutkan karena pengaruh bacaan Al Qur’an🙂 ). So… you can do it!

Ya… itu semua sekilas tentang LGD dan wawancara yang telah kulalui. Semoga teman – teman bisa berhasil dengan baik. Yang jelas, ikuti semua petunjuk dengan benar. Ketika diminta untuk print file dengan kualitas terbaik, ya lakukanlah. Ketika diminta tes sesuai jadwal ya turuti. Semua itu demi kepentingan teman – teman juga.

Aku juga masih H2C untuk menanti pengumuman PK (Persiapan Keberangkatan) dengan tugas – tugasnya. Semoga kalian menyusul🙂

See you to be awardee LPDP  :)

 

One thought on “LPDP, sesuatu… (2. LGD dan Wawancara)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s