LPDP, sesuatu… (1. Essay On The Spot)


hai blogger? alhamdulillah bisa nulis lagi di blog ini setelah lebih dari setengah bulan tak menyentuhnya.

Kabar baik kembali menyapaku, setelah merampungkan kursus nyetir, merancang proyek bersama mbakyu Titania, kabar yang cukup membuatku hampir tak percaya adalah hasil wawancara, esai, dan LGD di Bandung kemarin berhasil.

Alhamdulillah, Allah memberikan yang aku minta. Setelah merasa hopeless pada akhir wawancara hingga detik – detik membaca email hasil dari LPDP, aku merasa harapan tipis menemaniku. Walaupun di masa tunggu itu aku merasa hopeless, ada pikiran yang selalu mengiringi yang mengatakan “hopeless iya tapi mbok tau – tau lolos kan kita gak tahu.” Ya begitulah, aku merasa di kesempatan dua ini aku benar – benar tak berharap (ngarep banget dengan LPDP), tapi aku yakin dan berharap sama Allah pasti dikasih jalan buat S2 dengan beasiswa, entah dengan LPDP ataupun enggak.

Di bawah ini aku review dulu terkait tes yang aku lalui kemarin, semoga bermanfaat buat teman – teman semua.

Jadi awal Februari kemarin aku melakukan tes wawancara, essay on the spot, dan LGD. Ini adalah kesempatan kedua bagiku dan otomatis sebagai kesempatan terakhir. Antara harap dan cemas,, hehe kaya acara H2C (yang dulu suka nonton tivi pasti tau). Setelah melalui tes wawancara tahun kemarin di Yogya, kali ini aku ga mau banyak tingkah, ngarep banget, menggebu – nggebu dan lain – lain. Pokoknya hal – hal seperti itu ga bagus buat ngatur emosi pas wawancara. Hehe… teringat wawancara yang gontok – gontokan sama interviewernya. Debat gitulah.. ga enak pokoknya.

Kali ini aku belajar lebih bersabar, pasrah dan tetap tawakal. Jaga kata dan sikap (bukan di depan interviewernya doang lho ya) termasuk hati pula. Aku berangkat bersama kawanku Uswah yang apply beasiswa thesis. Kami naik angkot dari kawasan UPI ke GKN Bandung. Di sana bertemu ratusan pemburu beasiswa. Dari yang mulai freshgraduate sampe yang udah kerja jadi dokter, karyawan BNN, freelancer (kaya aku hehe..), dan lain sebagainya. Perasaanku biasa, tidak sehectic dulu. Berbeda dengan Uswah yang merasa dag dig dug. Maklum saja, ini kali kedua bertemu mbak mas yang daftar juga.

Kita di sana bukan bersaing, karena LPDP mencari yang layak dan tidak berdasarkan kuota. Aku cukup enjoy selama menunggu untuk melakukan tes hari pertama, Essay dan LGD. Diam dan mendengarkan percakapan teman – teman di sekitarku. Hehe… herannya mereka juga sibuk dengan gadget buat review yang mereka siapin. Sedangkan aku malah clingak – clinguk sendiri melihat mereka. Ya beberapa kali memang sempat searhing info – info terkini tapi itu pun ga banyak. Dan kuputuskan untuk mematikan data supaya ga bolak balik lihat Hp.

Setelah masuk ke ruang Essay On The Spot. Satu hal yang bikin aku nerveous, AC. Ya saking dinginnya ruangan itu tanganku berubah menjadi dingin. Perasaan jadi terpengaruh dengan perubahan suhu yang mendadak (aku aja kalii..😀 ). Kita disediakan kertas kosong dan kertas dengan isi topik terkini yang menjadi bahan essay. Ada dua pilihan topik yang tersedia, kita berhak memilih salah satu saja. Waktu mengerjakan 30 menit. Seinget saya tidak sekaligus untuk membaca. Jadi ada waktu membaca topik sendiri. Saat mau menulis essay aku malah diem aja sampe 10 menit pertama, mikir topik mana yang kupilih. Kedua topik itu ‘ndilalah’ ga kebaca saat mencari info – info terkini. Sampe inget kata – kata coach nulis artikel ketika lagi bikin artikel di web, yang penting nulis. Jangan dipikir dulu. Tuliskan saat ini juga. Pasti akan mengalir.

Dan benar, waktu tersisa menulis tinggal 20 menit. Aku menuliskan yang sekiranya materi topik tersebut cukup masuk ke logika berpikirku. Aku menulis pendahuluan, isi, dan penutup. Inti essay ya tiga itu. Gunakan kata – kata yang baik, termasuk EYD yang benar. Perhatikan keterkaitan antar paragraf, biar keseluruhan isinya nyambung. Dan kalau bisa berilah judul. Sebenarnya aku ga tau peraturannya dikasih judul apa ga. Tapi ada rangsangan pada pikiranku supaya memberinya judul. Namanya juga essay, pasti ada judul kan? masa tema doang… hehe.

Buat teman – teman yang mau latihan bikin essay, sering – seringlah latihan dengan membuat artikel tentang topik – topik terkini. Hal itu sangat membantu kalian saat menyelesaikan essay di LPDP. Kalau aku alhamdulillah sudah terbiasa buat artikel di job – job freelancer so pas di LPDP sudah ga kagok. Waktu 20 menit tersisa untuk menulis pun sudah cukup dengan kadar tulisan yang biasa – biasa saja. Setelah essay sempet gelisah, gara – gara materi essaynya kurang dikuasai. Yah… ini pelajaran bagiku juga. Whatever hasilnya kayak apa, yang penting sudah berusaha seoptimal mungkin.

to be continued >> LPDP, sesuatu… (2. LGD dan Wawancara)

2 thoughts on “LPDP, sesuatu… (1. Essay On The Spot)

    1. mba bisa sering baca berita di TV, baca koran atau update berita di internet. Karena isu hits selalu berubah dari waktu ke waktu. Rajin2 aja nyari infonya. Good luck ya.. ^_^

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s