Dreams


Setengah siang, ditemani backsound dari web pernikahan punya kawan di tab sebelah. ah… mendamaikan sekali lagunya. haha….

Sekarang job nulis sudah selesai, masih menunggu antrian job selanjutnya untuk merangkai kata lagi.

Iseng buka internet, buka “buku halaman” kebanyakan isinya beasiswa baik yang S1, S2 hingga S3. Bikin meleleh sebenarnya, mengingatkan perjuangan 3 tahun ini buat ngejar – ngejar yang namanya beasiswa. Dan memang sedang menunggu kabar bulan depan apakah lolos apa tidak. Entahlah, minta yang terbaik saja. Kalau pun tak bisa lolos, akan ada jalan lain supaya bisa lanjut.

3 tahun belakangan ini dengan keinginan menggebu untuk bisa lanjut, dengan usaha sebesar apapun ketika belum diizinkan sama Allah ya pasti belum terlaksana. Ini menjadi sebuah impian tersendiri untuk terus menuntut ilmu, bukan hanya gelar semata. Sampai pada suatu saat di bulan kemarin akhirnya kuputuskan untuk terus mengejar impian tersebut. Walaupun semakin ke sini umur semakin berkurang, semangat tak harus ikut berkurang kan?

Dan kusampaikan rasa terima kasihku buat Ibu dosen tercinta, Bu Ellianawati yang selalu memberi dukungan padaku selama ini. Memberikan info – info terkait beasiswa dan saran – saran yang memacu semangatku untuk terus maju. Teringat obrolan di saat beliau memberikan tumpangan padaku di Bandung, beliau menyarankan untuk langsung ambil S2. Yang akhirnya kuputuskan untuk segera mendaftar di Bandung. Tapi memang Allah berkehendak lain, Allah memberikan kesempatan lain yang lebih berharga padaku selama 3 tahun ini untuk birrul walidain. Terutama pada mama. Yang selalu mensupport semua kegiatanku selama ini. *ah… bikin meleleh lagi. T_T

Ya, semua berjalan dengan proses yang selalu tak bisa kuduga. Entah itu masalah karir, studi, dan masalah kehidupan keluarga. Ada rencana – rencana yang Allah persiapkan buat kita semua sebagai hamba-Nya. Tinggal dijalani dengan usaha dan mengalir mengikuti semua petunjuk-Nya. Karena setiap kejadian pasti menyimpan hikmah yang harus kita ambil sebagai pelajaran.

Berbicara tentang mimpi, ada banyak impian yang bisa menjadikan diri seseorang bisa bertahan dalam kondisi yang menghimpitnya. Baik impian jangka pendek ataupun jangka panjang. Teringat akhir tahun 2015, aku senang sekali dengan mensugesti diri bahwa akan ada kebaikan, kebahagiaan yang akan kuraih esok. Walaupun masa – masa saat itu benar – benar hampir memberikan tekanan psikologis yang cukup menempaku. Semuanya telah terlewati. Dan apa aku bahagia sekarang? at least… dengan keadaanku saat ini aku merasa sangat bersyukur dengan segala hal yang sudah terjadi. Bahagia dan sedih akan selalu bergantian. Walaupun dengan beda waktu hanya sepersekian detik. Karena kita tak tahu satu detik ke depan mau seperti apa, mau diberi apa sama Allah.

Semoga mimpi – mimpi kita, aku dan Kawan – kawan semua bisa tercapai dan membawa perubahan yang baik bagi diri kita masing – masing. Aamiin.

Bermimpi boleh, asal jangan cuma mimpi. Harus ada usaha untuk mencapainya, harus ada doa yang mengiringinya.

Think – Plan – Action😀

 

-I wish my dreams come true-

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s