Orang Tua PNS? siap – siap untuk ini yaa….


guru
dari bisnis.liputan6.com

Bismillah….

Selamat sore kawan semua? Semoga kalian dalam keadaan sehat wal afiat… aamiin….

Ok, kali ini aku mau posting tentang beberapa hal yang harus kalian urus apabila orang tua kalian meninggal dan masih berstatus PNS. Mungkin sudah banyak yang tahu atau belum sama sekali? Pengalaman ditinggal mama saat masih bertugas menjadi PNS itu menjadikan pembelajaran bagiku, insya Allah akan kutulis beberapa yang perlu kalian urus semisal orang tua kalian meninggal dunia (berkaitan dengan status Pegawai Negeri Sipil nya).

Ditinggal orang tua untuk selama – lamanya di dunia memang suatu hal yang menyedihkan. Entah kita kehidupan ke depannya mau kayak apa, tapi kita harus mempertahankan hidup kita. Jujur, ada rasa sedih yang harus kubungkam saat mengurus syarat – syarat pemberkasan milik mama. Sedih sampai air mata ga bisa ngalir, cuma nyesek aja kalo inget tentang pemberkasan ini untuk beberapa hal.

Mama berstatus PNS, masih 6 tahun lagi beliau pensiun. Kami sekeluarga masih ada bapak, mas, mba, dan aku. Ya, empat orang. Kebetulan untuk pengurusan pemberkasan diurus olehku dan mas jika dia sempat.

Beberapa berkas yang diurus:

  1. Surat Keterangan Meninggal dari Rumah Sakit, bila meninggal di rumah sakit.
  2. Surat kematian dari desa, biasanya berdasarkan surat kematian yang dikeluarkan oleh dokter di rumah sakit.
  3. Surat Keterangan Ahli Waris, ditandatangi semua anggota keluarga seperti suami/istri dan anak – anak.
  4. Akte Nikah bapak ibu
  5. SK CPNS bapak/ ibu
  6. SK PNS bapak/ibu
  7. SK Kenaikan Pangkat terakhir
  8. SK Kenaikan Gaji Berkala
  9. DP 3 (data di sekolah/ instansi terkait)
  10. Leger Gaji terakhir
  11. Fotocopy KTP bapak dan ibu
  12. Kartu Keluarga
  13. Berbagai kartu seperti Kartu Pegawai, Kartu PGRI, Kartu Taspen, Kartu Dansos, Kartu Yakan, dan identitas lainnya.
  14. Buku Tabungan Bapak dan Ibu.

Siapkan semua berkas – berkas di atas, copy dan legalisir sebanyak – banyaknya, mungkin bisa sampai 30 lembar. Soalnya akan dibutuhkan di berbagai persyaratan yang akan diurus, seperti Uang Duka Wafat, Dana Sosial, Pensiun, Taspen, Bank, dan sebagainya.

Dan perlu kalian ketahui, untuk urusan utang – piutang dengan bank biasanya langsung tertutup dengan asuransi, jadi hutang dianggap lunas bila kalian menyerahkan berkas – berkas persyaratan yang diajukan.

Untuk pengurusan berkas biasanya harus diurus di kantor – kantor terkait seperti instansi tempat bapak/ibu bekerja, Dinas terkait, beberapa instansi yang berkaitan dengan bapak/ibu sewaktu masih hidup.

Kalo mama saya, karena mengajar di SD jadi pemberkasan dibantu oleh Kepala SD, Dinas Pendidikan di Kecamatan. Ya bolak – balik ke tempat – tempat itu. Siapkan tenaga buat mondar – mandir. Dan karena pengurusan ini memerlukan waktu sekitar sebulanan jadi ya bersabar saja untuk menunggu dana yang cair.

Ngomong – ngomong masalah dana, ini dana dari orang tua kita. Gunakan dengan bijak, gunakan pula untuk melunasi hutang – hutang orang tua jika memang berhutang, bersedekah, dan untuk keperluan yang memang bermanfaat lainnya. Dana ini bukan untuk diperebutkan oleh ahli waris. Jadikan dana/ uang peninggalan bapak/ ibu kita untuk kepentingan yang bisa mengalirkan pahala bagi bapak/ ibu di akhirat sana. Semoga barakah. Aamiin….

 

Semoga artikel ini bermanfaat. Jazakumullah sudah berkenan membaca. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s