2015, Tahun Kuliah Kehidupan


InstagramCapture_5b3d8733-27d2-467f-a8be-2e7bb3dd80ed
Foto keluarga terakhir dengan Mama “sesaat setelah firasat itu terlintas”

 

 

Menuju tahun baru Masehi 2016. Suasana sepi masih terasa di rumah kami. Rumah dengan anggota keluarga tersisa aku, bapak, dan sepupu kecilku.

Liburan akhir semester ini masih seperti hari – hari biasa bagiku dan bagi bapak, sepupu menikmati liburannya di kota. Sedangkan aku dan bapak seperti biasa, aktivitas pagi nyuci – masak bergantian – bapak ke sawah/aku ke Purwokerto – pulang – ngobrol berdua di ruang makan atau ruang tengah – dan istirahat. Hampir seperti itu tiap hari.

Keadaan akan berbeda, cukup hangat, bila mba pulang dari Bandung atau keponakanku datang. Namun sampai satu pekan yang katanya liburan sekolah ini, tanda – tanda kedatangan mereka belum juga kelihatan. Hingga dalam hatiku selalu menanti – nanti mereka untuk sampai di ruang tengah rumah kami.

Alhamdulillah, kami sadar dan kami bersyukur, masih diberi kemudahan melewati perubahan ini. Semakin banyak diskusi antara aku dan bapak, tentang banyak hal. Entah itu tentang agama, sosial-masyarakat, pandangan ke depan, dan lain – lain.

Aku sungguh menikmati semua ini, semakin banyak hal yang mengingatkanku apa arti kesabaran, kesyukuran, keluarga, kehidupan dunia dan akhirat. Sungguh tak pernah kurasakan sampai seperti ini.

Di tahun ini memang benar – benar sebagai ujian kedewasaan bagiku khususnya dan bagi kami anak – anak mama bapak. Dan semoga tahun – tahun ke depan akan terbuka lembaran kehidupan yang lebih membahagiakan. Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s