Penghujung usiamu, Mama


2015 ditutup dengan bulir-bulir anak sungai di mata kami. Tepatnya 3 Desember pukul 20.00, malam dengan kecupan terakhir untuk mama. Tergulai lemah dalam pembaringan putih dihiasi kabel dan selang untuk menyokong tubuh yang sudah kurus itu. Mama dengan sakit Colitis yang sudah membaik, ditambah dengan dugaan CH yang didukung dengan data hasil laboratorium. Obat dan pelayanan dari medis tak mampu membantu hidupnya lebih lama. Karena kuasa Allah melebihi segala sesuatu di dunia ini.

Qadarullah, Mama meninggalkan kami terlebih dahulu. Dari 10 bersaudara termasuk Mama, Mama mendahului mereka. Sosok wanita tegar yang selalu ada dalam hatiku, memberikan jutaan inspirasi dalam hidup ini. Mama yang sedari kecilku mengajarkan tentang kemandirian, keuletan dan kreativitas. Memberi contoh akan sesuatu yang sulit namun bisa dilakukan, sederhana, dan selalu memberi dalam berbagai situasi. Pendengar yang setia bagi bapak dan kami. Keras perjuangannya dalam menopang hidup keluarga dan saudara – saudara kami, sungguh belum bisa terbalaskan.

Dua tahun yang lalu, ketika aku meminta izinnya untuk kuliah lanjut di Bandung, ia mengiyakan, walaupun dalam lubuk hatinya sebenarnya ada rasa penolakan. Mei 2015, kembali kuminta izinnya untuk kembali ke bangku kuliah di kota yang sama seperti dua tahun lalu, ia pun menjawab dengan yakin bahwa aku tidak kuliah di Bandung. Beberapa kejadian yang mengantarkanku pada rumah ini, kejadian yang menandakan bahwa Mama ingin selalu ditunggui sebelum kepergiannya. Ada hikmah yang hanya bisa kutangkap setelah ia pergi dari tatapanku. Benar saja, di bulan kedua setelah resign, Mama mulai jatuh sakit. Butuh perawatan total di rumah.

Mulai dari memasak, mencuci, dan kegiatan rumah tangga lainnya sudah mulai aku handle semua. Mama butuh istirahat total, ia sudah capai dari segala bentuk kegiatan rumahan, kegiatan di sekolah, dan ia perlu mengistirahatkan tubuh dan pikirannya. Niatnya ketika kuputuskan aku resign, aku ingin belajar semuanya dari Mama. Walupun kuliah di universitas tujuanku tertunda, aku berniat kuliah di sekolah kehidupan bersama Mama. Aku belajar memasak, mengingat resep masakan khas Mama, mengelola keuangan rumah tangga, mengenal pasar dan belanja di hiruk pikuknya pasar di pagi hari. Beberapa resep terkadang kutulis dalam noteku. Namun rencana membuat buku resep untuk semua masakan Mama belum terunaikan. Dan ternyata aku hanya bisa menyerap ilmunya sedikit saja. Dan ternyata keputusan resign ini adalah keputusan terbaik untuk bisa total mendampingi Mama. LPDP ditolak pun menjadi hikmah tersendiri, karena memang Allah menginginkanku untuk bisa mendampingi Mama.

Alhamdulillah… aku masih bisa bersamanya sampai hembusan nafas terakhir. Semua pesan dan harapannya sebisa mungkin untuk bisa kuwujudkan. Bismillah…

___

Mama…

Mama… untukmu selalu cinta dariku

Mama yang gigih dengan pendidikan, mama yang sangat sayang pada anak – anaknya, mama yang setia kepada bapak, dan mama yang mengharapkan untuk bisa merawat cucunya.

Ketika niatan membawa mama ke salon setelah sembuh karena rambutnya kusut saat sakit, ketika liburan semester ini kita rencanakan untuk piknik sekeluarga, ketika mama ingin melihat mba Ruth lulus S2, ketika mama ingin melihatku kuliah S2, dan ketika inginnya melihat kami menikah… T_T

Rencana, masih berwujud rencana, semua Allah yang menentukan. Insya Allah… semoga Allah mempertemukan kami di Surga-Nya kelak, untuk saling bercerita tentang pencapaian kami, usaha kami di dunia dan di akhirat. Aamiin…

Semoga husnul khotimah, lapang kuburnya, terhindar dari siksa kubur dan siksa api neraka, dan terbebas dari hisab menuju surgaNya…  Aamiin.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s