Kini tak kukejar lagi ‘Assalamu’alaikum Beijing’


rajutan mimpi_^ “MEI”

Mei, menikmati awal bulan dengan istilah ‘me time’. Ceritanya hari ini aku sendirian di kamar kos yang luasnya 3 x 3 meter. Biasanya sih bareng temenku namanya mba Fajr. Setelah pekerjaan beberes selesai, siap – siap sudah laptop kuletakkan di meja. Semua udah beres kecuali sarapan yang belum masuk kerongkongan.

Serambi menunggu laptop loading, kupikirkan apa yang akan kulakukan setelahnya. Hehee… so pasti, buka fb lalu ambil sarapan. Alih – alih buka fb, aku makan. Melihat berlayar – layar status nampang di laptopku. Ada yang sibuk kritik pemerintah, ada yang nge-share berita tentang tokoh pendiri ODOJ, ada yang galau dan ada yang share video ‘Asal – usul Ultraman’. Semua menjadi sarapan tambahan pagi ini.

Tak berniat menulis status apapun di fb. Tak terlalu penting juga untuk diposting. Lagian tak ada ide jernih lain yang bisa kujadikan status hari ini. hahay…

Iseng aja kubuka video dari yutub itu. Pertamanya nonton ‘Asal – usul Ultraman’. Emang tontonannya anak kecil sih, tapi lha wong penasaran jadi apa boleh buat. hhe…. Habis itu ngetik film terbaru, eh… muncul film “Assalamu’alaikum Beijing”. (Jadi teringat, dulu pertama tayang di bioskop, aku udah berencana, pokoknya harus nonton bareng mba Cheuw, eh… baru seminggu diputer filmnya udah ga tayang. Pengin nangis rasanya, udah kebut – kebutan dari sekolah – kos – sampe bioskop. Alhasil nol besar. Daripada hati masih nyesek, trus langsung cuss aja ke Gramedia, untuk ngobati perasaan. lebay banget lah… Ujung – ujungnya sampe Gramed disuguhi traillernya Assalamu’alaikum Beijing >.< whuaaa… tambah mrebel mili… jadi tambah sakit, udah ga jadi nonton malah ditayangi traillernya doang.) Film yang dulu kukejar – kejar, sekarang termainkan dengan sukses tanpa aku harus mengejarnya lagi.

Assalamu’alaikum Beijing, kutonton via yutub. Durasi 1 jam 21 menit lebih berapa detik gitu lah. Akhirnya rasa penasaranku terhadap film ini sudah terobati. Menikmati me time dengan film ini sendirian di kos. Rencana baca majalah Tempo sampe selesai belum terlaksana. Padahal udah janji sama Pak Nass untuk dibaca ampe selesei. Jadi ngaret lagi. Maapin aku ya PakĀ @_@

Buat mba Cheuw sorry aku udah nonton duluan. hehehe… dari semua ceritanya cukup bagus. Cuma memang seperti dibilang oleh Asmara, cintanya cinta kilat. Jadi serasa proses di dalam film itu berlangsung dengan cepat. Greget tiap prosesnya cuma kerasa setelah Asmara mengalami sakit. Sebelumnya masih kurang dalam.

Terima kasih Rabb, efek Hari Buruh hingga aku bisa berleha dalam kamarku ini. Bisa ketik – ketik sesuka hati dan bisa menikmati pagi yang tenang ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s