Saat ku kendarai, saat kupahami tentang arti hidupku ini..


Me Time, saat-saat kulajukan gas motorku.
Ya..  rutinitas pribadi yang sangat kunikmati, rutinitas mengendarai motor setiap berangkat dan pulang mengajar, saat-saat dimana aku bebas memikirkan, membayang dan merencanakan hal-hal yang ada di kehidupanku.
Serambi mengalunkan asmaNya, ku sering berpikir untuk hal-hal yang menurutku bisa kulakukan setelah aku sampai atau memimpikan berbagai hal dalam hidupku..
#part1
Saat ku kendarai, saat kupahami tentang arti hidupku ini..
Melewati setiap jalan lurus dan berkelok-kelok, seperti kehidupan yang harus kita jalani dengan lurus sesuai aturanNya, atau berkelok-kelok saat kita dihadapkan dengan berbagai lika-liku kehidupan dan pilihan.
Terkadang naik dan turun, menggambarkan gelombang kehidupan kita, ada kalanya di atas dan ada kalanya di bawah.
Bolehlah kita menarik gas dengan kencang, ketika kita paham medan dan tahu resiko ketika di depan. Atau saat menahan gas dan menarik rem saat keadaan tidak sebaik yang kita harapkan. Dalam hidup perlu perencanaan, harus tahu kondisi dan segala resiko ketika harus mengambil keputusan. Harus paham pula kapan dan dimana kita harus bersabar dan melambatkan laju kita dalam menempuh tujuan.
Semua ego dalam menjalani hidup cukup terlihat dengan caranya bersama motor..
Tentang bagaimana ia merawatnya sebelum berangkat..
Tentang bagaimana ia membuat strategi-strategi dalam berkendara..
Tentang bagaimana ia memberikan waktu untuk rehat bersamanya..
Tentang bagaimana bisa menahan diri saat bertemu keramaian di jalan..
Semua itu tercermin..
Bila saja ada video yang mengikuti laju motor kita setiap saat, mungkin kita lebih bisa melihat bagaimana diri kita menyikapi semua keadaan yang kita hadapi..
Aku bersyukur atas semua karuniaNya, aku bisa melihat keagunganNya, keesaanNya dan kasih sayangNya..
Banyak spot-spot di jalan yang mengingatkanku akan kematian, kasih sayang dan keluarga..
Semua itu kuketahui semenjak melalui berbagai jalan di pulau ini, khisusnya Jawa Tengah.. Semarang-Purwokerto. 
Di saat harus menghapal letak lubang-lubang di jalan ketika hari mulai gelap, menghindarinya satu per satu,,.
Dan saat sadar dan tetap fokus dengan berbagai sinar yang membuat silaunya pandangan mata..
Serta saat siulan klakson yang memenuhi telinga..
Itulah gambaran jalan dan kehidupan..
Kita masing-masing punya tujuan dan jalan, tapi kitapun punya aturan dan etika dalam berjalan, tidak boleh saling menghalangi tak boleh saling memaki.. Yang ada haruslah saling menghargai dan menjaga satu sama lain. Karena kita makhluk sosial yang saling menguatkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s