Kita masih beruntung…


‘Kita masih beruntung’
itu adalah kalimat yang berkali-kali bapak ucapkan saat berkumpul di ruang tengah,.

kembali mengingatkanku akan penerimaan gaji pertamaku kemaren.
disaat aku menerima +- 800K, itu juga masih beruntung dari pada yang lain, yang mungkin hanya 400K atau lebih sedikit dari itu.

Kadang kala aku berpikir, uang segini mungkin tak cukup untuk sebulan..atau selalu mengoceh dengan apa yang kita dapatkan sekarang,. harus beli ini, beli itu, ini udah rusak harus ganti, warna kerudung ini ga cocok harus beli yang sepadan.. wah sepertinya semuanya harus dipenuhi sekarang. Astaghfirullah…. (hey.. setan boros„ pergi sanah,. >.< )

Dalam perjalanan pulang kerja di jalan seringkali berjumpa dengan tukang jahit jalanan, jualan bantal sampai muter-muter kampung, penjual es krim yang pakai sepeda..tukang pemecah batu…usaha mereka jauh lebih besar dibanding upah yang mereka terima tiap harinya. Tetapi mereka masih komitmen untuk bekerja membiayai hidup keluarganya.

miris.. disaat aku yang masih muda, mengajar di kelas,. dengan modal suara dan pikiran saja sudah dapat 800K„, melihat sekitarku seperti itu cukup membuatku ____malu____

masih beruntung aku tidak dilahirkan dari keluarga kolong jembatan..
aku masih punya rumah yang berdiri kokoh, dengan perlindungan orang tuaku

masih beruntung aku berada di dalam ramah tamah keluargaku,
aku masih diberi penghidupan dan kasih sayang dari mereka

ya.. aku masih beruntung…
di saat sekitarku masih memberikan pelajaran kehidupan untukku.

terima kasih bapak,.
kau yang selalu mengingatkanku akan “KITA MASIH BERUNTUNG”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s