Pre Married School Chapter 3


#materi ke-5
yup.. kembali ke sekolah pra nikah chapter 3,
di sini kita dipertemukan dengan Ust. Usep Badruzzaman
beliau akan membawakan materi Manajemen Rasa.

cekidot..

MANAJEMEN RASA
Kisah Jayid si Buruk Rupa 
Jayid adalah shahabat Rasulullah.., hitam, pendek, gendut, namun ia bertaqwa. Saat itu, Rasulullah melamarkan putri seorang shahabat untuk Jayid. Namun ketika shahabat tersebut tahu bahwa Rasul melamarkan untuk Jayid, shahabat tersebut menolak. Putri shahabat tersebut ternyata berpendapat lain, dia mengatakan bahwa yang terbaik dari Rasulullah itulah yang terbaik untuk dirinya.. (so sweet^^,  akankah diri kita akan mengatakan seperti itu???) 
Shahabat yang tadinya menolak akhirnya berubah pikiran, dan menerima lamaran tersebut dengan syarat harus membawa 7000 dirham. 
Jayid mencari-cari uang ke shahabat – shahabat lain, ia mendapatkan 8000 dirham.
Setelah sampai di pasar ia mendengar ada panggilan jihad, akhirnya semua uang itu diperuntukkan jihad untuk membeli kuda untuk perang. Di medan perang akhirnya dia syahid, dan menikah dengan bidadari surga.. ^^ 
sungguh cerita yang menginspirasi,.
Cinta terbagi menjadi 3:
  1. Sakinah
  2. Mawadah
  3. Warahmah
Rasa yang timbul dari syahwat:
  1. Ngangeni
  2. Suka yang berlebihan
  3. Benci dan kecewa
Syarat/rasa —>cinta—> timbul ketika sudah bisa menerima kekurangan pasangan kita.
1. Sakinah (tentram)
tenang, nyaman, bahagia.
-> sebuah proses dimana yang dilihat dari pasangannya berupa kelebuhan-kelebihannya.
sakinah dimunculkan dari IMAN (syukur dan sabar)
cintailah bukan untuk dicintai, layanilah bukan untuk dilayani
(kalau ingin dilayani,,, siap2lah kecewa.. #ya.. intinya masing2 melakukan penyempurnaan kewajibannya)

2. Mawadah (nol)
ridlo, ketika disebut namanya timbul rasa tenang,. suka..
tingkatan dimana ia dapat memaafkan sebelum pasangannya meminta maaf..
adanya rasa kangen, suka dan bahagia.

3. Warahmah
kasih sayang..

Cara untuk mendapatkan rasa itu adalah kita harus mengetahui apa saja yang dapat menghancurkan rasa itu..
yang menghancurkan adalah RASA SYAHWAT.
syahwat–> misal perasaan ngangeni… yang diawali dari pandangan matanya..
siap2 kecewa karena diawali dari syahwat.
menyimpan kekecewaan termasuk awal dari ketidaknyamanan dalam Rumah Tangga.

ingat karakter syahwat –> tidak puas.

Bagaimana mengelola rasa syahwat??
solusinya adalah sadari bahwa kita ini mencari : pasangan hidup/ teman hidup/ guru hidup/ orang yang mengantarkan ke surgaNya.  Suami atau istri adalah tempat kita mengenal Allah.

GB atau dikenal Gudhul Bashor (menundukan pandangan) ini lebih pada GB hatinya.., maka jaga hati  dan pandangan ya..

Teori Pandangan

  • Pandangan pertama – boleh
  • Pandangan kedua – perangkap
  • Pandangan ketiga – syaitan

#materi ke-6
Materi selanjutnya disampaikan oleh Ust. Diding., yukk simak..

MENATA LANGKAH MENUJU WALIMAH

kita awali dengan istilah ‘pacaran’

Ada apa dengan pacaran?

  1. Boros waktu dan biaya
  2. Bepergian dan Berduaan dengan non mahram
  3. Berhias dan Mempercantik Diri
  4. Angan-angan dan Zina Hati
  5. Bersentuhan Tangan dan Aktivitas mendekati Zina
  6. Mengumbar Pandangan dan Rayuan
  7. Belajar Berbohong
  8. Kesedihan/teror saat putus melanda… huks..hukss..
~> meluruskan motivasi dan niat menikah
Hadits 1 NIAT
HUKUM PERNIKAHAN
Wajib
jika: kemampuan finansial untuk memberi nafkah sudah ada, lingkungan dan kondisi yang memudahkan pada perzinaan, latar belakang…
Haram
jika: bisa dipastikan akan mendzalimi istrinya., baik kedzaliman biologis, psikologis dan juga finansial.
Makruh
jika: seseorang dalam kondisi mengkhawatirkan (bukan dipastikan) akan merugikan pasangannya. misal: berpenghasilan tapi belum layak, emosional/labil, ringan tangan, tidak mempunyai keinginan pada istri. 
Sunnah
jika: smua syarat sudah terpenuhi tapi jika tidak dilaksanakan/disegerakan pun tidak apa-apa. 
PROSES LANJUTAN
1. Pencarian dan Referensi
orang tua, keluarga besar, ustadz/pembimbing, sahabat, arsip pribadi.
2. Taaruf dan Nadhor
  • Didahului dengan persetujuan awal kedu belah pihak paska mendapatkan referensi
  • Forum untuk mengenal lebih jauh, pembicaraan fokus dan terarah.
  • Tidak ada berduaan, ditemani mahram/perantara.
  • Boleh melihat (nadhor) sewajarnya.
  • Tidak berkelanjutan terus menerus dalam waktu yang lama, tetapi segera istikhoroh dan istisyaroh untuk mengambil keputusan.
3. Khitbah
  • Janji kepada orang tua untuk menikahi putrinya.
  • Status telah dikhitbah tidak menjadikan batasan syar’i ikhwan dan akhwat berubah.
  • Tidak boleh ada 2 khitbah/ lebih pada perempuan tersebut.
4. Mahar
  • Tidak memberatkan calon mempelai pria
  • Tidak mengurangi kehormatan keluarga wanita
  • Disesuaikan dengan adat dan kebiasaan yang ada.
  • Tidak hanya bernilai materiil tapi juga sejarah dan kemuliaan lainnya.. (bisa berupa hapalan Al Qur’an)

cukup sekian chapter 3… lanjut chapter 4 yang akan diisi oleh ustadzah Diah dan Ust. Joko.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s