Pre Married School Chapter 2


Yup.. Bismillah,. kembali mengikuti sekolah pra nikah untuk materi ke 3 dan ke 4. Kali ini pembicara special dari Yogyakarta, beliau adalah ust.Cahyadi Takariawan.
https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F1.bp.blogspot.com%2F-pf6YESbRK50%2FUb7X8uCi9xI%2FAAAAAAAAAZc%2FIMqj30QdUok%2Fs1600%2Fust%2Bcahyadi.jpg&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*
Ust. Cahyadi bersama istri
#materi ketiga
PERSIAPAN FINANSIAL
Kalau berbicara finansial, apalagi untuk seorang lelaki yang akan menikahi seorang gadis, pasti akan banyak pertanyaan yang muncul seperti:
1.     Apa Pekerjaan Tetapmu?
2.     Berapa banyak uang kamu?
3.     Berapa banyak tabunganmu?
4.     Berapa banyak investasi bisnismu?
5.     dll 
Apa semua yang ditanyakan di atas akan menjamin kebahagiaan keluargamu?
Persiapan financial itu bukan soal menghitung resources..!
Mau milih yang sudah berpenghasilan tetap (jumlahnya tetep aja.. ga naik2, padahal harga barang udah pada naik… ehehe)?
Atau tetap berpenghasilan?
Sekali lagi … bukan soal jumlahnya..
Menjamin kebahagiaan
  • Ada suatu ilusi kebahagiaan
  • Kamu tidak akan pernah merasakan kebahagiaan apabila kamu mencarinya dari orang lain.
  • Carilah kebahagiaan dari dalam dirimu sendiri, yakni dengan jiwa yang pandai bersyukur, mental yang tegar, pikiran yang jernih, dan hati yang bening.

BAHAGIA harus kita cari dari dalam diri sendiri!
Keyakinan kebahagiaan dalam untuk hidup, bukan diukur dari banyaknya tabungan. Banyak orang yang punya tabungan bermilyar-milyar,,, tapi dia tidak merasa bahagia..
Dan perlu kita ingat! Tidak ada KEBAHAGIAAN INSTAN
Proses yang panjang ~> akan menghasilkan KEBAHAGIAAN
Bukan soal JUMLAH UANG
  •  Yang lebih utama adalah ETOS KERJA
  •  Kesungguhan
  •  Ketegaran
  •  Kesediaan Berkerja keras, Berkerja Ikhlas, Mawas dan Tuntas J

Kebahagiaan ada pada PROSES
  •  Awali hidup berumahtangga dengan kesiapan menghadapi semua kondisi.
  •  Tidak Mudah Mengeluh dan Berputus Asa
  •  Nikmati semua kesulitan dengan Kebersamaan
  •  Enjoy saja…, semua akan indah pada waktunya.. 

Kesiapan Bagi calon pengantin Perempuan

  •  Kesiapan untuk mengelola keuangan keluarga
  •  Kesiapan saling membantu dengan suami dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari
  •  Pilih pekerjaan yang sesuai fitrah perempuan, tetapi kewajiban mencari nafkah tetap pada laki-laki. oya, bagi laki-laki sebisa mungkin tidak terlalu melarang istrinya bekerja (dengan syarat pekerjaannya tidak mengganggu pemenuhan kewajiban bagi suami dan keluarganya) karena kita ga tahu, sampai kapan umur kita. Berikan pilihan pada istrimu.., yang jelas jalinlah komunikasi dengan baik.

Ada penelitian mengatakan bahwa perceraian kian meningkat karena:
  •      Masalah ekonomi (bukan karena nominalnya, tetapi karena masalah komunikasi dan pensikapannya)
  •      Perselingkuhan

by Ditjen Badilog  MA 2011

Pertanyaan2:
Mau menikah tapi secara financial belum cukup
Solusi:
–         Harus yakin, mencari peluang2 usaha yang menghasilkan dan halal
–         Listing pekerjaan apa saja yang bias dikerjakan
–         Sinkronkan antara kuliah dan mencari maisyah.
Oya tambahan,, mungkin kita sering nyebut lawan jenis,, sebenarnya istilah yang tepat adalah pasangan jenis. ^^
Kunci: Buang keraguan dan jangan mudah mengeluh
#materi ke-4
MENENTUKAN KRITERIA PASANGAN
Kriteria Pokok: Agama
Kesamaan agama : agama adalah akhlak yang baik, kamu dapat mengetahui kebaikan agama seseorang dari kebaikan akhlaknya.
Kreiteria Tambahan: 
– fisik: kecantikan, ketampanan, kesehatan, kebugaran
– finansial: kekayaan, investasi, tabungan
– nasab: keturunan, ras, suku, bangsa
Kriteria sifat: 
  • komunikatif,
  • murah senyum
  • baik hati 
  • mudah meminta maaf
  • mudah memaafkan
  • suka mengalah
  • cerdas
  • pekerja keras
  • romantis

kalau kriteria sifat—> bagaimana kita menundukan ego masing-masing, menyesuaikan dengan keinginan pasangan.
He.. kalau berbicara soal kriteria,. ada pembagian seperti ini:
Lelaki: semakin tua, kriterianya akan semakin rumit
Perempuan: semakin tua, kriterianya semakin sedikit.
oya,, bisa belajar dari kisahnya Habibah binti Sahl, yang menginginkan cerai hanya karena suaminya jelek. 
#tambahan dari buku yang saya baca: dari kisah ini diambil pelajaran bahwa nadzar (melihat) pasangan sebelum menikah itu faktor yang penting. 
tambahan dari pembicara:
jadi akhwat kudu tegas, jangan mau menunggu ataupun ditunggu, jangan ngasih janji. 
bisa dibilang ikhwan cengeng itu kalau mau nikahnya sama akhwat itu ‘tunjuk nama’ kalau ga sama si ‘itu’ ya pokonya yang sama persis kayak akhwat ‘itu’… heheh.. jadi ngekek..
okay…thats all for today.. 
kita bertemu di Chapter 3,
bye..
afwan.. maaf… dui bu qi.. sorry.. telat jam tayangnya Chapter 2. (^ __^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s