Pre Married School Chapter 1


Bismillah…
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin,

Hari ini adalah hari dimana aku telah mengikuti Sekolah Pra Nikah chapter 1 di kampus kuning. Memang sekolah ini lain dari biasanya, karena pembahasannya pun lain. Ya! tentang Nikah. Mungkin bagi para jomblo_ers ataupun yang sudah pacaran akan sangat tertarik dengan acara ini. Bahkan yang sudah nikah pun masih terlihat antusias dalam mengikuti sekolah pra nikah yang diadakan Ahad, 12 Mei 2013, kemaren.

singkat saja.. yuk langsung caw… ke materi dari para ustadz dan ustadzah.

#Materi Pertama
oleh Ustd. Diah Rahmawati, ibu dari 6 orang anak.
Life is process
Dan menikah adalah proses untuk menyempurnakan kewajiban
#Kisah pertama
Ada seorang pasangan suami istri menikah, pernikahan ini diawali dengan sebuah perjodohan. Karena Sang istri tidak merasa cocok dengan suaminya, tidak mau menerima sang suami, sang istri tidak mau melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri, baik itu hanya untuk melayani kebutuhan rumah tangga, masak, nyuci dll. Namun suami itu penuh tanggung jawab untuk mengurus semuanya, dan dia berpikiran bahwa istrinya sebagai tanggung jawab dia sbg suami. Sampai pada akhirnya mempunyai anak, namun tetap seperti itu saja sikapnya. Dan berkesan menyalahkan suaminya ketika dia mulai mengandung.
Suatu hari istri tsb ke salon dan dompetnya tertinggal di rumah. Lalu menelpon suaminya untuk mengantarkan dompetnya itu, saat perjalanan menuju ke salon sang suami kecelakaan dan akhirnya meninggal.
Istri diberitahu kalau suaminya meninggal, namun ia terdiam begitu lama dan akhirnya diantarkan ke rumah oleh pihak salon. 
Begitu lama terdiam, seakan-akan perasaannya telah mati dan belum sadar betul kalau suaminya sudah meninggal. Setelah tersadar kalau suaminya sudah meninggal, ia merasakan kesedihan yang begitu dalam. Ia melihat kembali bahwa sewaktu suaminya masih hidup, ternyata semua gajinya ditransfer semua ke istrinya, terus selama ini dia memenuhi kebutuhan makan keluarga dan lain2 dari mana??? ya.. sadar namun telat.., semenjak kematian suaminya,. ia baru merasakan bahwa ia sangat mencintai suaminya yang begitu tulus mengerjakan semua urusan rumah tangga.
bisa dibayangkan sobat., apakah suaminya cakep? kalo dilihat dari alurnya, sepertinya tidak cakep, namun hatinya baik, penuh tanggung jawab. 
#Kisah kedua
Ini sebuah kisah rumah tangga yang sudah bertahun-tahun menikah tapi belum mempunyai anak. Setelah diperiksakan ke dokter ternyata istrinya yang mandul., tetapi sang suami meminta ke dokter supaya mengatakan bahwa yang mandul adalah dirinya, bukan istrinya. Benar adanya, dokter tersebut mengatakan bahwa suaminya yang mandul, memenuhi permintaan sang suami.
Mendengar hal tersebut istri itu cukup bersabar,. tapi sesuai janjinya bila beberapa tahun ke depan tidak kunjung mempunyai anak juga, si istri meminta cerai. 
10 tahun sudah pernikahan mereka, hingga pada suatu hari, istrinya harus dioperasi karena gagal ginjal dan membutuhkan donor ginjal.
tanpa sepengetahuan istri, suami tersebut pergi ke luar negeri untuk operasi dan mendonorkan ginjalnya kepada istrinya. Setelah istri tersebut menerima donor ginjal yang entah dari siapa (padahal dari suaminya sendiri), ia sembuh. Sang suami pun ikut senang. 
Pada suatu hari, karena sudah 10 tahun menikah dan tak kunjung mempunyai buah hati, si istri minta untuk diceraikan. Namun sang suami tetap meminta bersabar,.
1 tahun kemudian, benar ternyata kalau istri tersebut akhirnya bisa hamil.
Lengkap sudah kebahagiaan mereka., 
dan suatu hari karena suaminya S3 di luar negeri, istri tersebut membaca buku harian suaminya.. ia menangis sejadi-jadinya melihat semua yang dituliskan oleh suaminya.
ya kisah yang cukup menjadikan contoh bagi kita..
terkadang kita tidak mengetahui kasih sayang orang lain terhadap diri kita, padahal di luar sepengetahuan kita ia sudah berbuat seoptimal mungkin untuk berusaha membahagiakan kita. 
siapa yang tahu…
#Allah Yang Maha Mengetahui..
#Kisah ketiga

ini kisah dimana sorang istri yang selalu disuruh2 oleh suaminya. Suami menganggap kebutuhan rumah tangga adalah tanggungan istrinya. Istri tsb sangat menerima perlakuan suaminya. Ia wanita yang penuh ketaatan dan keikhlasan.

Hingga pada suatu hari, si istri di ajak untuk ikut ke acara dimana ia mengadakan janji bersama temannya. Suami menekankan bahwa janji ini penting, dan harus datang tepat waktu. sehingga istri harus membereskan rumah tepat sebelum pergi ke acara tersebut. Semua sudah beres, suaminya seringkali meneriakinya untuk segera selesei dan bergegas. namun saat menuruni tangga istrinya terjatuh, tapi malah suami tersebut mengejeknya dengan kata2 yang kurang enak didengar. (udah jatuh, tertimpa tangga pula… wow.. suaminya super cerewet deh!)
ya.. begitu kesehariannya, kalau ada anak sakit,. ia sekedar menyerahkannya ke dokter, membiayainya dan tanpa menungguinya atau sekedar memberikan kasih sayang.,
pun sama ketika istrinya sakit seperti itu… tidak ditunggui dan ditemani.. (so sad..)
aku lupa endingnya gimana., tapi intinya gitu.. 
tapi dari 3 cerita di atas bisa cukup menggambarkan bagaimana penggambaran kehidupan setelah pernikahan. 
Temen – temen semua bisa cari cerita-cerita seputar kehidupan pernikahan di link berikut:
Cerpen dari Asma Nadia –> Catatan Hati Seorang Istri
Hikmah dari cerita di atas:
:. CAKEP / CANTIK itu BONUS! Dan itu tidak terlalu penting.
à jaman sekarang pada sukanya nyari bonus,. Pengin rumah beli mie aja yang bonusnya rumah, pengin mobil beli ini itu aja yang bonusnya mobil,. Gampangnya gitu., Padahal tujuannya kita ya pernikahan kan, bukan memilih dengan criteria utama cantik/cakepnya saja. Dan pastinya kecantikan/ kecakepan itu akan pudar,, toh nantinya akan jadi nenek-kakek.. hehe..
:. RIDHO, akan melahirkan KESYUKURAN terhadap  apa yang diberikan Allah kepada kita.
à Ya menerima siapa jodoh kita, materi yang kita punya dan sebagainya. Intinya Ridho kepada Allah atas suami/istri yang Allah berikan kepada kita.
:. Mendapatkan pendamping dengan PRIBADI YANG SIAP!
à Siap secara keseluruhan, baik ruhiyah, fikriyah, jasadiyah, maaliyah, social, dakwah dan lain-lain. Karena tantangan kehidupan setelah pernikahan itu jauh lebih besar, so.. pilihlah pribadi yang siap. Biar setelah nikah, ga perlu ngajarin hal yang sudah seharusnya bisa dilakukan tanpa diajari, seperti merawat kebersihan anak dll. ( penjelasan kombinasi dari beberapa sumber, tek combine sendiri, he..)
Sekilas tentang aura tubuh
Aura tubuh meliputi tiga hal:
1. Tubuh
2. Akal
3. Ruh
Ruhà   Ruh yang bagus: jika dilihat akan mempunyai sinar yang bagus
Ruh yang jelek: jika dilihat akan terlihat merah dan tidak halus
Akal dan Tubuh akan berkembang sesuai dengan bantuan RUH,. So.. yang penting dari seorang insane terletak pada ruhaninya.
Disambungkan dengan PRIBADI yang SIAP, berarti ruhaninya sudah terlebih dahulu siap.
#check your àtilawah, shalat wajib dan sunnah, puasa etc.
Jika kita membahas CINTA
Cinta yang datang dari nafsu, efeknya adalah kita cenderung menghentikan aktivitas kebaikan. Sedangkan,
Cinta yang datang dari Allah, cenderung mendorong aktivitas kebaikan,.
#make your choice!
Sudah hampir ditutup,,, diakhiri dengan sebuah statement
‘ Pastikan antum (kamu [banyak]) punya harga tinggi di mata Allah, maka Allah akan memberikan harga tinggi juga’
Maksudnya,. Perbaiki/Sholihkan diri kita, maka Allah akan memberikan yang Terbaik.
~disambung oleh Ust. Shokheh
Sebelum menyampaikan materi, beliau berkenalan dulu.
Sebagai seorang dosen di fakultas ilmu social, mempunyai 1 istri dan 2 anak.
Mempunyai visi bahwa anak pertamanya akan menjadi seorang pejuang, namanya …..syahidah, sedangkan anak keduannya akan menjadi seorang ilmuwan, namanya …(ane lupa ik.. hehe)



BEKAL PERSIAPAN
1.       Ruhiyah
Nikah itu misteri, ibarat tikungan tajam dimana kita tidak tahu ada apa dibalik tikungan tersebut.
Seperti Bu Diah tadi menjelaskan, bahwa ruhiyah adalah sebagai pondasi utama dalam pernikahan.
Ruhiyah, menautkan hati kita pada Allah, menyerahkan padaNya tentang diri kita/ jodoh kita itu segalanya Allah yang mengatur.
Jadi ga usah khawatir,. Allah sudah mengaturnya, àDon’t worry be HAPPY!
2.       Fikriyah
(tidak dijelaskan detail, ada di pertemuan berikutnya)
3.       Nafsiyah (psikologis)
          Memahami diri
          Kesiapan menerima orang lain dalam kehidupannya
          Kesiapan untuk bersinergi dengan pasangan
          Pengendalian emosi diri
          (masih banyak poin lain tapi ga keburu nyatet…..)
4.       Mental
Kita bias melihat,bahwa mental ikhwan dan akhwat berbeda.
Ikhwan:
          Siap menjadi qowwam/pemimpin
          Bertanggung jawab
          Siap mengambil keputusan, mengarahkan dan membina keluarga
          Siap menanggung beban sbg suami dan bapak.
Kalo akhwat begini:
          Siap membuka ruang baru bagi suami
          Mengurangi otoritas diri karena tunduk / taat pada suami.
          Jika ingin mendapat pasangan sholeh maka senantiasa harus perbaiki diri.

Jasadiyah
(akan dijelaskan oleh ust. Zulfa di sesi berikutnya)
6.       Maliyah
Sudah barang tentu, maliyah/harta/materi harus dipersiapkan oleh seorang ikhwan untuk menafkahi keluarganya.
Seorang istri juga harus pintar mengatur keuangan.
7.       Sosial
Tetap bergaul di masyarakat. Karena hidup kan bersosialisasi, maka kita pun harus punya andil di masyarakat.
“Karena sebaik-baik  manusia adalah yang bermanfaat pada sesamanya. “
8.       Persiapan Keluarga
 Mengkondisikan keluarga dengan pernikahan yang syar’I, contohnya
ada pemisah untuk tamu putra dan putri, selama akad pengantin perempuan tidak boleh dijejerkan dengan pengantin laki-laki karena saat itu belum sah. (untuk teknis lainnya belum tahu persis.. yuk cari lagi..)
9.       Membangun visi menikah
Visi menikah dalam Islamà untuk memperoleh banyak pahala, menikah sebagai ibadah, Rumah tangga sebagai sarana menegakkan nilai-nilai Islam.
Selanjutnya Tanya jawab dengan kedua pembicara.,
#Materi Kedua
Ust. Zulfa Juniarto, Seorang dokter
pertama kali berbicara beliau langsung mengatakan bahwa, baru kali pertamanya diundang oleh sesama muslim untuk acara sekolah pra nikah,. beliau sangat senang tentunya, karena biasanya beliau diundang untuk mengisi sekolah pra nikah untuk umat non muslim. 
Beliau lebih membahas kesiapan secara fisik/ jasadiyah
1.       Fisik secara umum
èPenyakit dalam tubuh à ikuti general check up!
2.       Fisik secara khusus, kesehatan organ reproduksi
èReproduksi = seksualitas?
èReproduksi merupakan kombinasi antara fisik, mental, emosi dan kepercayaan.
Selanjutnya beliau lebih menjelaskan alat-alat vital di perempuan dan laki-laki. Menjelaskan pertumbuhan menjadi baligh dan proses-proses yang perlu kita ketahui sebelum menikah.
Layaknya sedang perkuliahan biologi. Kami semua diperlihatkan anatomi tubuh perempuan dan laki-laki.
Awalnya kagok gimana mendengarkan penjelasan sang dokter, tapi yang namanya ilmu ya harus didengarkan dengan baik-baik.

Kembali mendengar istilah hormon – hormon dalam tubuh seperti testosterone, estrogen, dan lain-lain.  Dijelaskan juga mengenai siklus haid seorang perempuan, masa subur dan hal – hal yang berkaitan dengan ovulasi.  Bagaimana menghadapi seorang perempuan, berkaitan dengan masa haidnya. Sampai-sampai para peserta sekolah sering ketawa2 gara-gara penyampaian dokter yang sangat menarik, lucu dan memang itu real sering terjadi.  (ya.. ini penting, ikhwan pun harus tahu,. ). Lalu penjelasan tentang menopause.

Mengingat menopause, ada celoteh lucu dari sang dokter. Beliau menanyakan, “apakah ikhwan mengalami menopause?”, peserta menjawab: “gaaak..”
Beliau menimpali: ‘Ikhwan juga mengalami menopause lho.., (MEN-NO-PAUSE), serentak peserta : “gggerrrrr… ketawa..“
ya itu sedikit ice breaking,,selanjutnya dijelaskan tentang pembentukan sperma dan perjalanannya hingga keluar, berapa cc yang biasa keluar dan banyak hal lainnya. Pembahasan di sini memang bias terbilang ‘vulgar’. Tapi kurasa ini juga butuh kita kupas kembali (dari makul, mapel ketika sekolah dulu), karena penting juga. Sekali lagi, penting.
Pembahasan tidak berhenti di sini,. akan kutuliskan lagi materi sekolah pra nikah chapter 2 ( 9 Juni 2013 )., 
tunggu tulisan selanjutnya ya..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s