Ayah


Ayah…

Ayah…

Ayah…

Sebut saja Bapak, panggilan kebiasaan untuk beliau..,

Bapak…

beberapa tahun sebelum beliau pensiun terjadi perubahan yang sontak membuatku bergumam„, ada apa dengan bapakku ini? hmm…

dulu..

waktu ku kecil dulu…

pagi melihat beliau sudah siap dengan seragamnya, bersepatu mengkilat dan sarapan pagi bersama mas ku., berangkat pagi jam 6 ke kantornya… sedangkan aku masih berusaha membuka mata..

malam melihat ibuku menyiapkan segelas wedang untuk beliau dan menunggu beliau pulang larut malam.. aku sudah sangat mengantuk.. tapi suka.. suka menunggu beliau pulang dengan beragam oleh2.. oleh2nya bisa berupa roti kesukaan, bubur, majalah atau bahkan sekedar cerita seharian di kerjaannya. #belajarmenjadipendengar

waktu ku smp dulu…

hanya sepekan sekali berjumpa dengan bapak… waktuku lebih banyak di sekolah menghabiskan segala pikiran di sekolah,. tak peduli dengan suasana rumah dan keadaan keluarga.. it’s have fun for school.. 

terkadang menikmati kebersamaan hanya ketika diajak pergi bersama keluarga.. itupun kalau tak tumbuk waktu dengan latihan pramuka. 

bapak dulu tinggal di rumah dinas di purworejo, sepekan sekali baru pulang ke rumah.. beliau tetap seperti dulu.. yang pendiam dan suka bercerita, namun ku belum bisa menjalin komunikasi lebih dengan beliau..

entah… entahlah… mungkin sewaktu itu ku belum mampu memahami dirinya.

waktu ku sma dulu…

semakin saja dekat dengan beliau..mencoba berusaha memahami cerita dan nasehat yang beliau berikan.. masih keras, namun semakin dilembutkan saja kata2nya..

beliau pindah dari purworejo ke tegal., sewaktu masih di purworejo.. aku masih punya tempat berlibur ketika liburan sekolah, yakni sepekan di rumah dinas. Namun sewaktu di tegal, tak bisa menjadi tempat berliburku, hanya sekotak kamar yang dihuni oleh Bapak… aku hanya bisa lagi lagi mendengar cerita beliau tentang kehidupan di sana. 

Bapakku semakin lembut saja, semakin lebih baik.. lebih rajin baca qur’annya,lebih sering shalat sunnahnya dan lebih banyak saja perubahannya…

Terima Kasih ya Rabb…

bapakku yang dulunya keras, Engkau lembutkan hatinya..

Engkau baikkan amalannya.. dan Engkau lapangkan dadanya… 

Bapak ku yang sekarang…

menjadi seorang yang ku rindu..

menjadi seorang yang ku banggakan..

menjadi seorang pemimpin keluarga yang tak pernah tergantikan..

menjadi seorang… yang susah diungkapkan dengan kata-kata..

luph u dad…

darinya banyak yang bisa kupelajari dan kukenang

mulai dari #bersabar untuk tidak menyela omongan (balita-sd)
#menyeterika (sd)
#travelling (balita-sekarang)
#berorganisasi (smp)
#ms. excel, gara-gara 2 hari 1 malam full diajak nglembur di depan komputer menyelesaikan laporan (smp) 
#nyopir (selepas sma)
#menggambar garis (sd-smp)
#memasak„ selain ibu, bapak juga pandai memasak.. paling suka masakan gurameh pepes ala Bapak (smp)
#dan belajar memaknai kehidupan ini… (always)

Thanks very much for my dad…. »> BAPAK KU SUPER«<

update 21 April 2013, memperingati hari Kartini.

Bukan Ibu yang ku tulis,. namun dibalik »>WONDERWOMAN_nya IBUKU, ada seorang BAPAK yang membimbingnya«< 
*catatan seorang anak ke-3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s