Bismillah... sore ini pengin nulis lagi "masalah" yang cukup membuat pusiang... hahaha.... jadi begini....   Aku sangat yakin, rencana terbaik adalah rencana_Nya. Aku hanya bisa mencoba membuat pilihan rencana versiku. Berawal dari riset yang butuh effort besar, conference, dan lalala semuanya. Aku jalani mulai dari semester 2 di sini. Weekly meeting dan segala serpihannya sudah... Continue Reading →

Advertisements

Bapak

"Bangun, udah siang", sms bapak padaku pagi ini . Menjadi dewasa bukan berarti tak diperhatikan. Aku kini tetap saja adalah seorang anak dari bapakku. Lama ga telpon dan ngobrol panjang, semakin membuatku merindunya. Padahal kalau di rumah ya cuma gitu doang, duduk bareng ngobrol, minum kopi dan makan bareng. Karena dulu bapak termasuk orang yang... Continue Reading →

Kuncinya? Yakin sama Allah

Tetiba luh ini turun, entah sedih kenapa. Namun terbesit dalam pikiran ini, "kuncinya, YAKIN SAMA ALLAH". Kalau udah bicara iman, kemantapan hati kita, keyakinan kita 100% kudu sama Allah. Yakin, kalau Allah memampukan hamba-Nya. Yakin, Allah pemberi masalah sekaligus solusinya. Yakin, semua berlalu atas rencana-Nya. Yakin tidak ada yang tidak bisa terjadi kalau di tangan... Continue Reading →

Tidak melulu hal teknis

Judul ini memuat semua ungkapan hatiku dalam proses tesis selama ini. Memang benar, tesis bukan semata teknis. Namun banyak hal substansial yang mendasari adanya sebuah tesis. Seperti fenomena fisis yang tak nampak saat eksperimen. Sebut saja perilaku elektron. Bagaimana perilakunya di laboratorium eksperimen, yang notabene di laboratorium yang saya pakai tidak vakum, harus memasukkan faktor-faktor... Continue Reading →

Harga Sebuah Percaya by Tere Liye

Novel yang kubeli tahun lalu, tapi baru mulai membacanya tahun ini. Disuguhkan dengan cerita sepasang kekasih, Jim dan Nayla. Haru di awal membawaku pada kisah-kisah roman yang sungguh berliku. Masih terpaku di halaman 23, pada suratnya Nayla yang ditujukan untuk Jim. Sayang, Nayla telah membeku. Kisah yang cukup menyedihkan, bagi sepasang kekasih. Semoga di halaman... Continue Reading →

Hujan pembasuh Rindu

Hujan, akhir-akhir ini dia turun ketika sore menjelang. Seperti menyapu kotornya udara dari debu-debu jahat bagi makhluk di bumi. Aku masih di jalan ketika pembersihan udara mulai berlangsung. Masih tak terlalu deras, pikirku. Sehingga aku tetap melajukan motor sampai kos. Hujan sore menjadi alarm pengingat ku pada hari terakhir mama ada di dunia ini. Saat... Continue Reading →

Jalan-jalan, oleh-oleh ide “Muslim zaman NOW”

Asyik kan kalau jalan-jalan dapat ide besar? Pasti lah... Ayo tangkap! Hap! Kaya cicak nangkap nyamuk. Ibarat ikhtiarnya tinggal mangap aja. Malam ini, hanya dengan berbekal misi ngliput, banyak ide nyangkut. Sebenarnya masalah sih, tapi anggap aja itu ide. Salah satunya adalah berkaitan dengan Muslim Zaman NOW yang minimal bisa menjadi "Muslim kaya raya, mati... Continue Reading →

Mampir shalat di Grand Mercure Jogjakarta

Maghrib telah tiba, aku masih terpaku di sudut ruang depan Ballroom Borobudur 1, Grand Mercure Hotel Yogyakarta. Kali ini masih dalam masa tugas meliput acara seminar kesehatan dari pemberi job. Awalnya hanya mewawancarai narasumber, tapi ternyata acara seminarnya pas malam. Terpaksa deh harus ikut paling gak sampai acara dibuka dan seminar dimulai. Jadi kuputuskan untuk... Continue Reading →

Bismillah, who knows? Hanya Allah yang tau akhir dari sebuah cobaan. Semua nikmat yang Ia berikan pada setiap manusia sudah terperinci dengan sebaik - baiknya. Pun nikmat dan rezeki untuk seekor nyamuk sudah ada takarannya. Jadi mengapa manusia mau berkeluh kesah terhadap keadaan dirinya? Sebulan ini benar - benar memberikan pelajaran yang berharga bagiku. Timing... Continue Reading →

Up ↑

%d bloggers like this: